jWySnXSOiSNp62TYu6mfgWzHJ85FbojSrxRGMNPP
Favorit

Overthinking Itu Kayak Baca Chat Lama: Nggak Ada Faedahnya

Overthinking cuma capek sendiri. Sama seperti baca chat lama, nggak ada faedahnya selain bikin kepala penuh hal yang sudah lewat.

Ada satu hal yang sering banget kita lakukan tanpa sadar: mengulang-ulang sesuatu yang sebenarnya sudah lewat. Entah itu kenangan, percakapan, atau momen kecil yang kita pikir punya makna besar.

Dan kadang, itu semua cuma berakhir jadi overthinking - yang kalau dipikir lagi, rasanya mirip banget kayak baca chat lama. Ya ampun… memangnya buat apa?

Kalau kamu pernah tiba-tiba buka chat yang sudah berbulan-bulan, terus scroll dari atas sampai bawah sambil ngerasain campuran malu, sedih, senyum kecil, atau bahkan pengin nutup HP sambil bilang, “Ya Tuhan kenapa aku begini?”, berarti kamu tahu rasanya.

Overthinking itu sama persis. Kita buka ruang yang sebenarnya sudah kosong. Kita ulang-ulang dialog yang sebenarnya sudah selesai. Kita hidup di momen yang udah lewat, dan berharap bisa mengubah hal yang sudah nggak mungkin disentuh.

Padahal kalau dipikir-pikir, apa sih gunanya? Selain bikin otak panas, hati melelah, dan tidur terganggu?

Kita Suka Menyiksa Diri Dengan Hal yang Sudah Lewat

Lucu ya, manusia itu punya kecenderungan aneh: suka kembali ke hal-hal yang udah jelas-jelas bikin capek. Kita tahu itu menyakitkan, tapi tetap kita buka. Kita tahu itu memicu kecemasan, tapi tetap kita simpan. Sama persis kayak buka chat lama yang seharusnya udah dihapus sejak dulu.

Dan seringnya kita bukan cuma lihat sekali. Kita ulang, terus ulang. Kita analisis satu kata, satu emoji, tanda titik, atau cara orang itu bilang “oke”. Seakan-akan ada kode rahasia yang bisa mengubah masa lalu.

Padahal, kenyataannya? Nothing. Nggak ada apa-apa. Cuma pikiran kita yang ngarang-ngarang cerita.

Overthinking Bikin Kita Kehilangan Momen Hari Ini

Saat kita sibuk menggali chat lama dalam pikiran, kita lupa bahwa hidup sedang berjalan di depan mata. Orang-orang di sekitar kita bergerak, kesempatan lewat, momen-momen kecil yang harusnya bisa dinikmati jadi hilang begitu saja.

Overthinking itu mencuri hari ini. Dia bikin kita fokus ke hal-hal yang nggak bisa diubah, sampai-sampai kita lupa bahwa kehidupan terus berjalan, mau kita ikut atau tidak.

Kadang kita sibuk meributkan hal-hal yang bahkan orang lain udah lupa.

Kadang kita nguras energi untuk hal yang sudah nggak relevan.

Dan kadang, kita lupa bahwa yang kita perjuangkan di kepala itu cuma bayangan, bukan kenyataan.

Pikiran Kita Jago Bikin Drama yang Nggak Ada

Sebenernya, otak kita itu punya satu bakat unik: mengarang hal-hal yang belum terjadi, atau bahkan hal-hal yang nggak pernah terjadi. Kita bisa membayangkan skenario terburuk dari satu kata, atau menganggap seseorang marah hanya karena dia jawab chat lebih lama dari biasa.

Kayak misalnya:

“Salah aku ya?” “Apa aku ngomongnya kurang tepat?” “Kenapa dia cuma jawab ‘ok’?” “Dia marah?” “Dia nggak mau temenan lagi?”

Padahal bisa jadi dia cuma lagi tidur. Atau capek. Atau sibuk. Atau baterai habis. Or simply, dia nggak mikir sejauh itu.

Overthinking itu bikin kita merasa semua hal ada hubungannya sama kita. Semua hal terasa personal. Padahal kadang orang lain cuma… hidup.

Baca Chat Lama Itu Mengulang Emosi yang Sudah Selesai

Pernah nggak, pas baca chat lama, tiba-tiba perasaan kamu ikut balik ke masa itu? Entah itu senang, sedih, marah, atau kecewa? Padahal kejadian itu udah lewat lama dan kamu udah baik-baik aja sekarang.

Nah, begitu juga dengan overthinking. Saat kita memutar ulang sesuatu di kepala, kita juga memutar ulang emosinya. Kita membangkitkan luka yang sebenarnya sudah sembuh. Kita membuat diri kita merasakan kembali sesuatu yang tidak perlu dirasakan lagi.

Dan itu melelahkan. Sangat melelahkan.

Melepas Masa Lalu Itu Nggak Mudah, Tapi Nggak Mustahil

Kita manusia. Kita punya memori. Kita punya rasa. Kita punya kecenderungan untuk mengulang. Jadi memang wajar kalau kadang kita kembali ke hal-hal lama itu. Wajar kalau kita kepikiran. Wajar kalau kita terjebak.

Tapi wajar bukan berarti nggak bisa diubah.

Pelan-pelan, kita bisa belajar untuk berhenti membuka “chat lama” itu baik yang ada di HP, maupun yang ada di kepala. Kita bisa belajar untuk bilang ke diri sendiri:

“Sudah. Itu sudah lewat.” “Aku nggak perlu balik ke situ.” “Itu bukan urusanku lagi.”

Dan setiap kali kita berhasil bilang itu, meskipun kecil, kita menang sedikit demi sedikit.

Hidup Lebih Enteng Kalau Kita Mau Fokus ke Depan

Ada satu momen ketika kita sadar bahwa ada banyak hal indah yang nunggu di depan, cuma kita belum sempat menengok karena kepala kita sibuk menatap ke belakang.

Hidup lebih enteng ketika kita memutuskan untuk berhenti mengulang chat lama yang sudah basi. Hidup lebih damai ketika kita berhenti menyiksa diri dengan skenario-skenario yang nggak ada ujungnya.

Hidup lebih hangat ketika kita pilih fokus ke orang-orang yang hadir hari ini, bukan yang sudah pergi. Fokus ke kesempatan yang datang hari ini, bukan peluang yang lewat kemarin.

Dan hidup lebih bermakna ketika kita memberi ruang untuk diri sendiri tumbuh, bukan terjebak pada hal yang sudah selesai.

Kalau Overthinking Datang Lagi, Ingat Satu Hal

Overthinking itu bukan musuh yang harus dilawan habis-habisan. Dia cuma kebiasaan lama yang muncul ketika kita capek, cemas, atau butuh kepastian. Dia datang karena kita manusia, bukan robot.

Tapi kalau dia datang, kamu bisa pelan-pelan bilang ke diri sendiri:

“Ngapain baca chat lama? Aku udah selesai sama itu.”

Dan itu cukup. Nggak harus sempurna. Nggak harus sekali langsung hilang. Yang penting pelan-pelan.

Akhir Kata: Lepasin Pelan-Pelan, Biar Kepala Lebih Lapang

Overthinking itu nggak ada manfaatnya selain bikin kita stuck. Sama seperti baca chat lama: nggak ngubah apa pun, nggak nyelesain apa pun, dan nggak bikin kita maju.

Tapi kita bisa belajar. Kita bisa berhenti. Kita bisa maju pelan-pelan, asal kita mau berhenti membuka “arsip lama” yang seharusnya sudah dibiarkan di tempatnya.

Jadi, besok-besok kalau pikiran mulai lari ke hal-hal yang sudah lewat, ingat satu hal sederhana: nggak ada faedahnya dan kamu pantas hidup di hari ini, bukan kemarin.

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.


Posting Komentar
Boleh banget tinggalin komentar di bawah. Kalau mau dapet kabar tiap ada yang bales, tinggal centang aja kotak “Beri Tahu Saya”. Simpel banget.