jWySnXSOiSNp62TYu6mfgWzHJ85FbojSrxRGMNPP
Favorit

Flu: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya dengan Tepat

Pernah nggak sih, bangun pagi dengan kepala berat, hidung mampet, tenggorokan nggak enak, lalu refleks bilang, “Wah, kayaknya kena flu.” Saya yakin, hampir semua dari kita pernah ada di fase itu. Flu memang kelihatannya sepele, tapi kalau salah penanganan, efeknya bisa bikin aktivitas harian berantakan. Dari pengalaman saya selama 20 tahun menulis blog lifestyle dan kesehatan, flu adalah topik yang kelihatannya sederhana, tapi selalu relevan. Yuk, kita bahas flu secara santai, tapi tetap berbob…

Kadang Capek Bukan Karena Hidupnya Berat, Tapi Karena Mikirnya Muter-Muter

Pernah nggak kamu bangun pagi, belum ngapa-ngapain, tapi rasanya sudah capek duluan? Badan sebenarnya baik-baik saja. Tidak habis kerja fisik. Tidak kurang tidur secara ekstrem. Tapi kepala terasa penuh. Seperti ada roda yang terus berputar, nggak berhenti, nggak jelas ujungnya. Di situ biasanya kita sadar, kadang capek bukan karena hidupnya berat, tapi karena mikirnya muter-muter. Tulisan ini saya buat bukan sebagai ceramah. Lebih sebagai obrolan pelan, tentang kelelahan yang …

Hidup Lucu Juga: Makin Dikebut, Kadang Makin Macet

Pernah nggak sih kamu ngerasa, semakin kamu ngejar sesuatu, justru rasanya semakin jauh? Semakin buru-buru, semakin banyak yang berantakan. Semakin dikebut, eh, malah mentok. Di situ biasanya kita mulai geleng-geleng sendiri sambil mikir, “hidup lucu juga ya, makin dikebut, kadang makin macet.” Lucu, tapi juga agak nyesek. Tulisan ini bukan tentang menyalahkan usaha. Bukan juga ajakan untuk malas atau pasrah. Ini tentang ironi hidup yang sering kita alami, tentang ritme, ten…

Ada Hubungan yang Hadir Cuma Buat Ngajarin Sesuatu, dan Itu Cukup

Dulu, saya pikir semua hubungan harus punya tujuan akhir. Harus bertahan. Harus panjang. Harus sampai titik yang disebut “berhasil”. Kalau berakhir, rasanya seperti gagal. Seperti ada yang salah. Seperti usaha kita sia-sia. Tapi semakin bertambah usia, semakin banyak cerita yang didengar, dan semakin banyak luka yang sembuh, pelan-pelan sudut pandang itu berubah. Saya mulai percaya satu hal: ada hubungan yang hadir cuma buat ngajarin sesuatu, dan itu cukup. Tidak semua orang datan…

Jangan Maksain Cocok Sama Orang yang Jelas Nggak Searah

Ada satu fase dalam hidup yang hampir semua orang pernah lewati. Fase di mana kita terlalu keras berusaha cocok. Bukan karena kita nggak lihat perbedaannya. Bukan juga karena kita bodoh. Tapi karena kita berharap, dengan cukup usaha, cukup sabar, cukup mengalah, semuanya bisa jadi searah. Padahal kenyataannya, nggak semua hubungan bisa dipaksakan tumbuh ke arah yang sama. Jangan maksain cocok sama orang yang jelas nggak searah. Kalimat ini terdengar sederhana, tapi menjalankann…

Orang yang Kamu Sayang Juga Manusia, Bisa Salah. Kamu Juga

Ada satu fase dalam hidup di mana kita mulai menyadari sesuatu yang agak menyakitkan. Orang yang kita sayang, yang kita harapkan selalu mengerti, ternyata bisa mengecewakan. Bisa salah. Bisa lalai. Bisa menyakiti. Dan di saat yang sama, kalau kita jujur, kita pun tidak selalu benar. Orang yang kamu sayang juga manusia, bisa salah. Kamu juga. Kalimat ini sederhana, tapi sering kali sulit diterima, apalagi saat emosi sedang penuh. Tulisan ini bukan tentang membenarkan kesalaha…

Nggak Perlu Banyak Teman, Cukup yang Aman

Dulu, punya banyak teman itu seperti pencapaian. Semakin ramai lingkaran pertemanan, semakin terasa “hidup”. Grup chat penuh. Undangan datang silih berganti. Kalender akhir pekan jarang kosong. Tapi entah sejak kapan, makna itu pelan-pelan bergeser. Bukan karena kita jadi anti sosial. Bukan juga karena merasa paling dewasa. Tapi karena hidup mengajarkan satu hal sederhana: nggak perlu banyak teman, cukup yang aman. Tulisan ini bukan ajakan untuk menutup diri. Bukan pembenaran u…

Diamnya Orang Kadang Lebih Jujur, Daripada Katanya

Ada satu fase dalam hidup di mana kita mulai lebih peka. Bukan karena kita makin curiga, tapi karena kita makin sering dikecewakan oleh kata-kata. Janji yang terdengar meyakinkan. Kalimat yang disusun rapi. Ucapan yang seolah penuh niat baik. Tapi setelah itu? Tidak ada tindakan. Tidak ada kehadiran. Tidak ada konsistensi. Di situlah kita mulai memahami satu hal yang agak pahit, tapi jujur: diamnya orang kadang lebih jujur, daripada katanya. Tulisan ini bukan ajakan untuk curig…

Yang Peduli Bakal Nanya, Bukan Menebak

Ada satu kebiasaan manusia yang sering kita anggap wajar, padahal diam-diam bikin banyak hubungan jadi rumit: menebak. Menebak perasaan orang. Menebak maksud ucapan. Menebak sikap. Lucunya, semua itu sering dibungkus dengan kalimat, “Aku peduli, makanya aku mikir sejauh ini.” Padahal, semakin ke sini saya makin yakin: yang benar-benar peduli bakal nanya, bukan menebak. Tulisan ini bukan tentang siapa yang paling salah. Bukan juga tentang siapa yang paling sensitif. Ini tentang car…

Pamit Baik-baik Meski Perih Itu Bagian dari Dewasa

Tidak semua perpisahan datang dengan suara pintu ditutup keras. Tidak semua pamit diakhiri dengan pertengkaran hebat. Justru, yang paling berat sering kali datang dengan tenang. Dengan kalimat sederhana. Dengan senyum yang dipaksakan. Dengan kata “jaga diri baik-baik” yang diucapkan sambil menahan perih. Di titik itulah kita belajar satu hal penting: pamit baik-baik meski perih itu bagian dari dewasa . Tulisan ini bukan tentang perpisahan yang dramatis. Bukan juga tentang siapa yang b…

Orang yang Tepat Bikin Kamu Ngerasa Pulang, Bukan Singgah

Ada satu perasaan yang sulit dijelaskan, tapi kalau pernah mengalaminya, kamu langsung tahu maksudnya. Perasaan ketika bersama seseorang, kamu nggak perlu pura-pura. Nggak perlu tampil kuat. Nggak perlu sibuk mengesankan. Kamu bisa jadi diri sendiri, utuh dengan segala kurang dan capeknya. Dan anehnya, di situ kamu justru merasa tenang. Banyak orang datang dan pergi dalam hidup kita. Banyak yang singgah, sebentar atau agak lama. Tapi hanya sedikit yang benar-benar bikin kita merasa, “…

Teman Baik Itu Hadir Tanpa Banyak Acara

Semakin ke sini, saya makin sadar satu hal sederhana tapi dalam: teman baik itu bukan yang paling sering ngajak hangout, bukan juga yang paling ramai di grup chat. Teman baik itu justru seringnya datang tanpa pengumuman. Tanpa rencana ribet. Tanpa banyak acara. Kadang cuma duduk. Kadang cuma dengerin. Kadang cuma hadir. Dan anehnya, justru kehadiran yang seperti itu yang paling kerasa. Di usia yang nggak lagi muda, di hidup yang makin penuh tanggung jawab, makna pertemanan juga iku…